DangdutinAja.Com | Lumajang - Dangdut Lumajang Bergema di Pendopo Kebonarang, PAMDI Resmi Jadi Rumah Besar Seniman Dangdut
Alunan musik dangdut, suasana penuh keakraban, dan semangat persaudaraan menyatu hangat di Pendopo Klasik Kebonarang saat PAMDI DPC Kabupaten Lumajang resmi dilantik, Rabu (13/5/2026).
Di tengah nuansa alam yang teduh dan artistik, para musisi dangdut, artis lokal, tokoh masyarakat, hingga pengurus PAMDI Jawa Timur berkumpul dalam satu irama: membangun dangdut Lumajang agar semakin maju dan berkelas.
Lokasi acara yang tersembunyi di tengah suasana alami milik Suhanto menghadirkan kesan berbeda. Jalan menuju pendopo yang dikelilingi suasana hijau membuat para tamu seolah memasuki panggung kebersamaan khas musik rakyat yang hangat dan merakyat.
Acara dimulai dengan penuh khidmat melalui lagu Indonesia Raya dan Mars PAMDI yang dinyanyikan bersama. Namun setelah itu, suasana perlahan berubah menjadi lebih cair, penuh senyum dan semangat khas keluarga besar dangdut.
PAMDI Jawa Timur melalui ketuanya, Dra. Enny Puri Rahayu, mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas antar musisi dangdut sekaligus menyiapkan regenerasi artis daerah agar mampu bersaing secara profesional.
PAMDI sendiri lahir dari gagasan sang Raja Dangdut Indonesia, Rhoma Irama, sebagai wadah pembinaan dan pengembangan para insan dangdut di seluruh Indonesia.
Dengan slogan “Bermusik dan Menghibur dengan Akhlak Mulia”, organisasi ini ingin membentuk musisi dangdut yang bukan hanya piawai di atas panggung, tetapi juga memiliki etika dan moral dalam berkesenian.
Ketua DPC PAMDI Lumajang yang baru dilantik, Bambang Setyoboedi, menegaskan komitmennya menjadikan PAMDI sebagai rumah besar bagi para artis dangdut lokal.
“Kami siap melaksanakan ikrar PAMDI dan menjalankan program organisasi secepatnya. Harapan kami, PAMDI Lumajang bisa menjadi rumah besar bagi para artis dangdut lokal untuk berkembang dan berprestasi,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Agni, turut memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan PAMDI Lumajang sebagai bagian dari penguatan seni budaya daerah.
Puncak suasana hangat terasa ketika hiburan live musik mulai dimainkan oleh Rajawali Musik pimpinan Moko Rajawali. Dentuman kendang dan alunan lagu dangdut membuat tamu undangan larut bernyanyi dan berjoget bersama.
Tak ada sekat antara pengurus, artis, maupun tamu undangan. Semua melebur dalam suasana kekeluargaan yang menjadi ciri khas dunia dangdut: sederhana, merakyat, tetapi penuh makna.
Pelantikan PAMDI Lumajang ini bukan hanya seremoni organisasi. Lebih dari itu, acara tersebut menjadi simbol harapan baru bagi lahirnya generasi dangdut Lumajang yang kreatif, profesional, dan tetap menjaga nilai moral dalam berkesenian.
Di tengah perkembangan musik modern, dangdut kembali membuktikan dirinya bukan sekadar hiburan, melainkan ruang persaudaraan yang menyatukan banyak hati dalam satu irama.

0 Komentar