Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Banjir Kembali Datang, Pemko Pekanbaru Genjot Perbaikan Saluran Air

  

Dangdutinaja.com | PEKANBARU – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Pekanbaru pada Selasa (9/6/2026) malam kembali menguji ketahanan sistem drainase perkotaan. Sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman dilaporkan terendam banjir, mengganggu aktivitas masyarakat dan lalu lintas di beberapa titik.

Genangan air terpantau di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Rumah Sakit Awal Bros, serta di kawasan Jalan Puyuh Mas, Kecamatan Marpoyan Damai, dan Jalan Unggas, Kecamatan Bukit Raya. Banjir yang terjadi menunjukkan bahwa persoalan drainase dan aliran air masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara berkelanjutan.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru terus mengintensifkan langkah-langkah penanggulangan banjir, baik melalui upaya pencegahan maupun penanganan di lapangan.

Menurutnya, pemerintah saat ini fokus melakukan perbaikan saluran air dan pembersihan drainase sebagai bagian dari strategi mengurangi risiko genangan saat curah hujan tinggi.

"Kami sudah menggerakkan tenaga operasional dan pemeliharaan (OP) di setiap kecamatan untuk membersihkan saluran parit. Saat ini fokus kami adalah antisipasi banjir melalui perbaikan dan pembersihan saluran yang ada," ujar Markarius, Rabu (10/6/2026).

Selain pengerahan personel lapangan, Pemko Pekanbaru juga melakukan pemetaan ulang terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak banjir. Langkah tersebut dinilai penting untuk menentukan prioritas penanganan serta mempercepat respons ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Markarius menjelaskan, seluruh perangkat pendukung penanganan banjir juga mulai dipersiapkan, termasuk penempatan alat berat di kawasan yang masuk kategori rawan banjir. Pemerintah juga memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) guna memastikan respons penanganan dapat berjalan lebih efektif.

"Kami meminta seluruh kebutuhan penanganan banjir dipersiapkan sejak dini, termasuk alat berat dan sarana pendukung lainnya, sehingga ketika terjadi genangan, penanganan bisa dilakukan lebih cepat," katanya.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mengatasi persoalan banjir, Pemko Pekanbaru telah menempatkan masing-masing 10 petugas operasional dan pemeliharaan di setiap kecamatan. Para petugas tersebut dilengkapi kendaraan operasional dan peralatan kerja untuk mempercepat pembersihan drainase serta saluran air yang mengalami penyumbatan.

Tidak hanya itu, setiap petugas diberikan target membersihkan sedikitnya 20 meter saluran drainase setiap hari. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aliran air dan mengurangi potensi genangan di kawasan permukiman maupun jalan protokol.

Di saat yang sama, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru juga terus melakukan normalisasi anak sungai dan sungai yang melintasi wilayah kota. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka menengah untuk memperlancar aliran air menuju daerah hilir dan mengurangi risiko banjir saat musim hujan.

Banjir yang kembali terjadi setelah hujan deras menunjukkan bahwa penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial. Selain perbaikan infrastruktur dan normalisasi saluran air, dibutuhkan pengawasan berkelanjutan terhadap kondisi drainase serta partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan bahwa penanggulangan banjir menjadi salah satu prioritas utama pembangunan perkotaan. Dengan kombinasi pemetaan wilayah rawan, penguatan personel lapangan, serta percepatan normalisasi sungai dan drainase, Pemko berharap dampak banjir dapat ditekan dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu setiap kali hujan berintensitas tinggi mengguyur Kota Bertuah.



Sumber Pemko Pekanbaru

Posting Komentar

0 Komentar