Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

DPR Nilai Haji 2026 Sukses, Keselamatan Jamaah Jadi Prioritas Utama

  

Dangdutinaja.com | KLATEN – Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Meski masih diwarnai sejumlah kendala teknis di lapangan, pelaksanaan haji dinilai berjalan lancar dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada jamaah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini merupakan hasil kerja bersama pemerintah, petugas haji, tenaga medis, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan jamaah Indonesia di Tanah Suci.

Dalam kegiatan sosialisasi ibadah haji di Sleman, Sukoharjo, dan Klaten pada 20–21 Juni 2026, Singgih menyampaikan bahwa sektor haji menjadi salah satu program yang menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Pelaksanaan haji tahun ini menjadi salah satu program unggulan karena berhasil meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah. Namun, Presiden tetap mengingatkan agar kualitas layanan terus ditingkatkan dengan orientasi pada keselamatan jamaah dan menjaga konsistensi pelayanan,” ujarnya.

Menurut Singgih, sejumlah persoalan yang sempat muncul, seperti akomodasi hotel, layanan di kawasan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), serta katering, tidak sampai mengganggu jalannya ibadah jamaah secara keseluruhan.

Ia menilai pemerintah berhasil menjaga kualitas layanan meskipun menghadapi berbagai tantangan teknis di lapangan. Bahkan, kualitas akomodasi di Madinah disebut mengalami peningkatan signifikan. Sejumlah kelompok terbang (kloter) jamaah Indonesia tahun ini menempati hotel berbintang lima, sesuatu yang sebelumnya belum dapat dirasakan secara merata.

Peningkatan juga terjadi pada layanan konsumsi. Meski biaya katering turun menjadi sekitar 13 riyal per porsi dibanding tahun sebelumnya yang berkisar 15 hingga 17 riyal, kualitas pelayanan makanan kepada jamaah justru mengalami perbaikan.

Namun demikian, DPR mengingatkan masih terdapat sejumlah aspek yang memerlukan perhatian serius. Salah satunya adalah kepadatan jamaah di kawasan Arafah dan Mina yang hingga kini masih menjadi tantangan dalam setiap musim haji.

“Persoalan kepadatan di Arafah dan Mina memang menjadi tantangan yang berulang. Namun pemerintah Arab Saudi dan Kementerian Haji dan Umrah memiliki komitmen untuk terus melakukan perbaikan pada penyelenggaraan berikutnya,” kata Singgih.

Selain itu, layanan tanazul atau perpindahan jamaah juga menjadi sorotan evaluasi. Dari sekitar 60 ribu pengajuan tanazul yang diajukan pemerintah Indonesia, hanya sekitar 20 ribu yang mendapatkan persetujuan dari otoritas Arab Saudi.

Singgih menegaskan bahwa perbaikan layanan tanazul harus menjadi prioritas pada musim haji mendatang. Di sisi lain, penerapan istitaah kesehatan bagi calon jamaah juga perlu diperketat menyusul masih tingginya angka jamaah wafat selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini yang mendekati 400 orang.

“Pengetatan istitaah kesehatan harus menjadi perhatian bersama agar jamaah yang berangkat benar-benar memenuhi syarat kesehatan dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman,” tegasnya.

Di tengah berbagai capaian tersebut, DPR juga mengingatkan potensi kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji pada tahun mendatang. Kenaikan harga avtur disebut menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi mendorong peningkatan biaya operasional haji.

Menurut Singgih, pemerintah tahun ini harus mengalokasikan subsidi sekitar Rp1,5 triliun untuk menutupi lonjakan biaya penerbangan jamaah. Selain itu, perubahan skema paket layanan diperkirakan turut memengaruhi struktur biaya haji ke depan.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Tengah, Fitriyanto, memastikan penyelenggaraan haji tahun 2026 secara umum berlangsung tanpa kendala berarti.

Dari Embarkasi Solo, sebanyak 29.116 calon jamaah haji dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci. Namun tiga orang batal diberangkatkan karena alasan kesehatan, kehamilan, dan demensia sehingga jumlah jamaah yang berangkat tercatat sebanyak 29.113 orang.

“Hingga saat ini tidak terdapat isu-isu sensitif yang mengganggu penyelenggaraan haji. Berbagai kendala yang muncul dapat diatasi dengan baik sehingga pelaksanaan ibadah berlangsung lancar,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan, pemerintah berencana mengumumkan daftar jamaah yang berhak berangkat pada musim haji 2027 lebih awal. Langkah tersebut dilakukan agar calon jamaah memiliki waktu lebih panjang untuk mempersiapkan kesehatan, dokumen perjalanan, dan berbagai persyaratan lainnya.

Fitriyanto juga memastikan distribusi kartu nusuk kepada jamaah Indonesia berjalan lancar. Seluruh jamaah menerima kartu tersebut sejak berada di asrama haji sehingga tidak mengalami kendala dalam mengakses layanan transportasi maupun fasilitas selama berada di Arab Saudi.

Khusus Kabupaten Klaten, penyelenggaraan haji tahun ini dinilai berjalan baik sejak proses keberangkatan hingga kepulangan jamaah. Dari total 1.113 jamaah asal Klaten yang berangkat ke Tanah Suci, tercatat tiga orang meninggal dunia.

Pada kesempatan yang sama, Fitriyanto mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih biro perjalanan haji dan umrah. Ia menegaskan pentingnya menggunakan penyelenggara perjalanan yang memiliki izin resmi, rekam jejak jelas, dan kredibilitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan mudah tergiur penawaran yang tidak jelas. Pastikan memilih biro perjalanan yang resmi, berizin, dan terpercaya agar masyarakat mendapatkan perlindungan serta kepastian layanan,” tegasnya.

Keberhasilan penyelenggaraan haji 2026 menjadi modal penting bagi pemerintah untuk terus melakukan pembenahan. Di balik capaian yang diraih, evaluasi terhadap aspek keselamatan jamaah, layanan kesehatan, hingga efisiensi biaya menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar kualitas pelayanan haji Indonesia semakin baik pada masa mendatang.

Posting Komentar

0 Komentar