Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Teror di Pesisir Bitung: Mesin Tempel Nelayan Raib, Tiga Terduga Pelaku Diamankan

  

Dangdutinaja.com | BITUNG – Di saat sebagian besar nelayan beristirahat setelah melaut, ancaman lain diam-diam mengintai di kawasan pesisir. Bukan cuaca buruk atau gelombang tinggi, melainkan pencurian mesin tempel yang menjadi urat nadi aktivitas para pencari ikan.

Bagi nelayan, kehilangan mesin tempel bukan sekadar kehilangan aset bernilai jutaan rupiah. Hilangnya mesin berarti terhentinya aktivitas melaut, terganggunya sumber penghasilan, dan terancamnya kebutuhan hidup keluarga yang bergantung pada hasil tangkapan setiap hari.

Kasus terbaru yang berhasil diungkap aparat terjadi di kawasan Pelabuhan Perikani Bitung. Mesin tempel Yamaha 15 PK milik seorang nelayan bernama Aminudin dilaporkan hilang pada dini hari, 9 Juni 2026. Laporan tersebut menjadi titik awal penyelidikan yang kemudian mengarah pada dugaan jaringan pencurian yang lebih luas.

Tim dari Polsek Aertembaga bergerak menelusuri berbagai petunjuk hingga akhirnya mengamankan tiga pria berinisial J.G.D.B., P.R., dan R.S. Ketiganya diduga memiliki peran berbeda dalam rangkaian aksi pencurian tersebut.

Hasil penyelidikan sementara mengungkap, salah satu terduga pelaku diduga membawa perahu korban dari lokasi tambatan menuju kawasan Pantai Lipi, Tandurusa. Di lokasi itu, dua terduga lainnya diduga melepas mesin tempel yang terpasang di perahu sebelum kemudian berpindah tangan melalui seorang perantara kepada pembeli di wilayah Tombariri.

Meski tiga terduga pelaku telah diamankan, penyidik menilai pengungkapan kasus ini belum menjadi akhir dari penyelidikan. Justru sebaliknya, kasus tersebut membuka dugaan adanya pola kejahatan yang terorganisir dan secara khusus menyasar kawasan pesisir yang selama ini menjadi pusat aktivitas nelayan.

Indikasi itu menguat setelah aparat menemukan dua unit mesin tempel yang kini dijadikan barang bukti, yakni Yamaha 15 PK dan Hidea 15 PK. Temuan tersebut tengah didalami untuk memastikan apakah kedua mesin tersebut berkaitan dengan laporan kehilangan lain yang pernah dilaporkan masyarakat.

Kapolsek Aertembaga AKP Denny Tampenawas menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bentuk respons kepolisian terhadap keresahan masyarakat, khususnya para nelayan yang sangat bergantung pada mesin tempel untuk mencari nafkah.

Kasus ini sekaligus menyoroti persoalan keamanan di kawasan tambatan perahu yang masih rentan terhadap tindak kriminal. Selama ini, sejumlah nelayan mengaku kerap dihantui kekhawatiran kehilangan mesin tempel yang nilainya cukup tinggi dan relatif mudah dipindahkan.

Bagi masyarakat pesisir Bitung, terungkapnya kasus ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengamanan di kawasan pelabuhan dan lokasi tambatan perahu. Sementara bagi aparat penegak hukum, pengamanan tiga terduga pelaku baru merupakan langkah awal dalam mengurai kemungkinan adanya mata rantai lain yang terlibat dalam peredaran barang hasil kejahatan tersebut.

Kini penyelidikan memasuki tahap lanjutan. Polisi menelusuri kemungkinan keberadaan jaringan yang lebih luas, pola distribusi barang hasil kejahatan, hingga keterkaitannya dengan berbagai laporan kehilangan mesin tempel yang pernah terjadi di wilayah pesisir Bitung.

Jika dugaan tersebut terbukti, maka kasus ini bukan lagi sekadar pencurian biasa, melainkan kejahatan yang secara langsung mengancam keberlangsungan ekonomi masyarakat nelayan yang menggantungkan hidupnya pada laut.



Laporan Koesma

Posting Komentar

0 Komentar