Header Ads Widget

Header Ads

Ticker

6/recent/ticker-posts

Agrowisata Kompak: MTQ ke-10 Jadi Panggung Syiar dan Kebersamaan Warga

Dangutinaja.com | PEKANBARUMusabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-10 Tingkat Kelurahan Agrowisata resmi digelar di Masjid Al Hijrah, RT 04/RW 02, Perumahan Griya Sri Palas, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru pada Minggu (13/9/2026).

MTQ dibuka Camat Rumbai Barat Drs. Mirwansyah Siregar dan dihadiri seluruh Ketua RT dan RW se-Kelurahan Agrowisata, Ketua LPM Agrowisata Muharami, Babinsa Agrowisata Serma Arfan, Bhabinkamtibmas Agrowisata Aipda Nababan, Ketua LPM Kecamatan Rumbai Barat Suparno, tokoh masyarakat, pengurus masjid serta masyarakat.

Kegiatan ini menegaskan bahwa pembinaan Al-Qur’an di Kelurahan Agrowisata tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Anak-anak, remaja hingga dewasa diberi ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Peserta dari Sejumlah RW

MTQ ke-10 diikuti peserta dari beberapa wilayah RW di Kelurahan Agrowisata. Cabang yang diperlombakan meliputi Tahfidz 1 Juz Putra dan Putri serta Tilawah Putra dan Putri pada kategori anak-anak, remaja dan dewasa.

Kehadiran peserta lintas kelompok usia memperlihatkan bahwa pembinaan keagamaan berjalan di tengah masyarakat dan mendapat dukungan dari lingkungan kewilayahan.

MTQ juga menjadi ruang untuk menemukan bibit-bibit potensial yang dapat mewakili Kelurahan Agrowisata pada jenjang perlombaan yang lebih tinggi.

Lurah Zulken: Jangan Berhenti di Perlombaan

Lurah Agrowisata Zulken, SP., dalam sambutannya menegaskan bahwa MTQ harus memiliki dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an tidak boleh hanya ditampilkan ketika perlombaan. Nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQ bukan hanya tentang mencari juara, tetapi bagaimana Al-Qur’an semakin dekat dengan kehidupan masyarakat dan menjadi dasar pembentukan generasi yang beriman, berakhlak dan memiliki karakter kuat,” ujar Zulken.

Zulken juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan MTQ, mulai dari pemerintah kecamatan, RT/RW, LPM, pengurus masjid, pemuda hingga masyarakat.

Pemuda Diberdayakan, Parkir dan Keamanan Dikawal

Hal menarik lainnya terlihat dari keterlibatan pemuda setempat dalam mendukung kelancaran acara. Pengamanan kegiatan dan pengaturan parkir dipercayakan kepada pemuda lingkungan yang diberdayakan oleh Ketua RT 04 RW 02 Nori Falmika.

Keterlibatan tersebut menjadi bentuk nyata pemberdayaan pemuda dalam kegiatan masyarakat. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi mengambil bagian langsung memastikan akses keluar-masuk kendaraan, ketertiban parkir dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan masyarakat membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, termasuk generasi muda.

Dengan lokasi kegiatan berada di lingkungan RT 04/RW 02 Perumahan Griya Sri Palas, pengaturan parkir menjadi bagian penting agar aktivitas masyarakat sekitar tetap berjalan dan kegiatan MTQ berlangsung tertib.

Seluruh Unsur Kelurahan Bersatu


Kehadiran seluruh Ketua RT dan RW se-Kelurahan Agrowisata bersama Ketua LPM Agrowisata Muharami serta didukung Babinsa dan Bhabinkamtibmas memperlihatkan dukungan kewilayahan yang kuat.

MTQ ke-10 menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, lembaga kemasyarakatan, pemuda dan warga.

Camat Rumbai Barat Drs. Mirwansyah Siregar yang membuka kegiatan memberikan penegasan bahwa pembinaan keagamaan di tingkat kelurahan merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang berkarakter.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan MTQ bukan hanya siapa yang keluar sebagai juara. Yang jauh lebih penting adalah seberapa kuat kegiatan tersebut melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikan ajarannya sebagai pedoman hidup.

MTQ ke-10 Agrowisata pun menjadi bukti: ketika pemerintah, masyarakat, RT/RW, tokoh agama dan pemuda bergerak bersama, syiar Islam tidak hanya terdengar dari masjid, tetapi hadir nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Posting Komentar

0 Komentar